Glider Content

14 September, 2010

Konsep-konsep realitas sosial masyarakat

                 Realitas social budaya mengandung arti kenyataan-kenyataan social budaya di sekitar lingkungan masyarakat tertentu. Misalkan , di jalan raya kamu melihat orang berlalu-lalang, baik yang mengendarai kendaraan bermotor atau para pejalan kaki. Sementara itu kamu melihat segerombolan anak sekolah berjalan menuju kesekolah masing-masing, sementara itu telah terjadi kecelakaan lalu lintas sehingga mengundang perhatian orang dan terbentu kerumunan untuk dapat menyaksikan peristiwa tersebut. Contoh tersebut dikenal sebagai realitas social di masyarakat. Sebagai kumpulan mahluk yang dinamis, kita senantiasa menemukan realitas-realitas social dalam masyarakat.

Read More...... Masyarakat terbentuk karena manusia-manusia menggunakan pikiran, perasaan dan keinginannya dalam memberikan reaksi terhadap lingkungannya. Hal ini terjadi karena manusia mmpunyai dua kinginan pokok yaitu, keinginan untuk menjadi satu dengan manusia lainnya dan keinginan untuk menyatu dengan lingkungan alamnya. Untuk terbentuknya suatu masyarakat paling sedikit harus terpenuhi tiga unsur berikut :
1. Terdapat sekumpulan orang
2. Berdiam atau bermukim di suatu wilayah dalam waktu relatif lama
3. Akibat dari hidup bersama dalam jangka waktu yang lama itu menghasilkan kebudayaan berupa sistem nilai, siatem lmu pengetahuan dan kebudayaan kebendaan.
-Menurut Soerjono Soekanto, merumuskan beberapa ciri masyarakat sebagai berikut:
 Masyarakat merupakan manusia yang hidup bersama. Tingkatan hidup bersama ini bisa dalam dimulai dari kelompok duaan.
 Hidup bersama untuk waktu yang cukup lama. Dalam hidup bersama ini akan terjadi interaksi. Interaksi yang berlangsung terus menerus akan melahirkan sistem interaksi yang akan nampak dalam peraturan-peraturan yang mengatur hubungan antara manusia.
 Mereka sadar bahwa mereka merupakan satu kesatuan
 Mereka merupakan satu sistem hidup bersama. Sistem kehidupan bersama menimbulkan kebudayaan karena setiap anggota kelompok merasa dirinya terkait satu dengan yang lainnya.
 Masyarakat sebagai system social Masyarakat berasal dari bahasa Arab, yaitu syaraka yang berarti ikut serta atau berpartisipasi. Sedangkan dalam bahasa Inggris masyarakat adalah societi yang pengertiannya mencakup interaksi social, perubahan social dan rasa kebersamaan.
• Sistem social Adalah suatu system yang terdiri dari elemen-elemen social yang terdiri dari ; tindakan social yang dilakukan individu yang berinteraksi satu dengan lainnya dan bersosialisasi sehingga tercipta hubungan-hubungan sosial. Keseluruhan hubungan sosial tersebut membentuk struktur sosial dalam kelompok maupun masyarakat yang akhirnya akan menentukan corak masyarakat tersebut.
• Struktur sosial Struktur sosial mencakup susunan status dan peran yang terdapat di dalam satuan sosial, ditambah nilai-nilai dan norma-norma yang mengatur interaksi antar status dan peran sosial. Didalam struktur sosial terdapat unsur-unsur sosial, kelompok-kelompok sosial dan lapisan-lapisan sosial. Unsur-unsur sosial terbentuk, berkembang, dan dipelajari oleh individu dalam masyarakat melalui proses sosial.
Proses sosial adalah hubungan timbal balik antara bidang-bidang kehidupan dalam masyarakat dan memahami norma-norma yang berlaku.
 Organisasi Sosial Organisasi sosial adalah cara-cara perilaku masyarakat yang terorganisir secara sosial. Dengan kata lain, organisasi sosial merupakan jaringan hubungan antar warga masyarakat yang bersangkutan di dalam suatu tempat dan dalam waktu yang relatif lama. Di dalam organisasi sosial terdapat unsur-unsur seperti kelompok dan perkumpulan, lembaga sosal, peranan dan kelas-kelas sosial. Kelompok sosial adalah kumplan orang yang memiliki kesadaran bersama akan keanggotaan dan saling berinteraksi.
Klasifikasi kelompok sosial menurut Robert Bierstedt :
a. kelompok sosial yang teratur:
1. in-group dan out-group In-group adalah kelompok sosial dimana individu mengidentifikasi dirinya dalam kelompok tersebut, biasa disebut dengan ”kita”. Sifat in-group biasanya didasarkan pada faktkor simpati dan kedekatan dengan anggota kelompok. Out-group adalah kelompok yang diartikan oleh individu sebagai lawan in-groupnya, biasanya dikenal dengan “mereka”.
2. kelompok primer dan sekunder Menurut Cooley kelompok primer adalah kelompok kecil yang anggotanya memiliki hubungan dekat, personal, dan langgeng, contohnya keluarga. Sedangkan kelompok sekunder adalah kelompok yang lebih besar, bersifat sementara, dibentuk untuk tujuan tertentu dan hubungan antar anggota bersifat impersonal sehingga biasanya tidak langgeng, misalnya, kesebelasan sepak bola.
3. paguyuban (gemeinschaft) dan patembayan (gesselschaft) Paguyuban adalah bentuk kehidupan bersama yang anggotanya terikat oleh hubungan batin murni dan bersifat alamiah serta kekal. Hubungannya didasari oleh rasa cinta dan rasa kesatuan batin yang telah ditakdirkan. Bentuk ini dapat ditemui dalam keluarga, kelompok kekerabatan. Paguyuban mempunyai ciri-ciri hubungan akrab, bersifat pribadi dan eklusif. Menurut Ferdinand Tonnies, di masyarakat selalu dijumpai salah satu dari tiga tipe paguyuban, yaitu : a. Paguyuban karena ikatan darah, seperti keluarga, kekerabatan, kesukuan,dan lain-lain.
b. Paguyuban karena tempat, seperti rukun tetangga, rukun warga, dan lain-lain.
c. Paguyuban karena pikiran/ideologi, seperti pergerakan mahasiswa, parta politik, dan lain-lain. Patembayan adalah ikatan lahir yang bersifat pokok dan biasanya hanya untuk jangka waktu yang pendek. Patembayan bersifat sebagai suatu bentuk yang ada dalam pikiran belaka,misalnya, ikatan antar pedagang, interaksi melalui internet.
4. kelompok formal dan informal Formal group adalah kelompok yang mempunyai peraturan tegas dan sengaja diciptakan oleh anggotanya untuk mengatur hubungan antar sesamanya. Contohnya, birokrasi, perusahaan, negara. Informal group adalah kelompok yang tidak mempunyai struktur yang pasti, terbentuk karena pertemuan yang berulang-ulang sehingga terjadi pertemuan kepentingan dan pengalaman. Contohnya, klik (ikatan kelompok terdekat atau pertemanan).
5. Membership group dan Reference group Membership group adalah suatu kelompok dimana setiap orang secara fisik menjadi anggotanya. Reference group adalah kelompok sosial yang menjadi acuan bagi seseorang untuk membentuk kepribadian dan perilakunya. b. Kelompok sosial yang tidak teratur yaitu, kerumunan dan publik. Kerumunan (crowd) adalah individu-individu yang berkumpul secara kebetulan di suatu tempat dan pada waktu yang bersamaan. Publik adalah orang-orang yang berkumpul yang mempunyai kesamaan kepentingan.
 Lembaga / Pranata Sosial.
Lembaga adalah suatu sistem norma untuk mencapai suatu tujuan atau kegiatan yang dianggap penting. Tipe-tipe lembaga antara lain :
a. Dari perkembangannya, yaitu Cresive institution dan enactec institution
b. Dari sistem nilai yang diterima masyarakat, yaitu Basic institution dan subsidiar institution
c. Dari penerimaan masyarakat, yaitu approved / sanctioned institution dan unsanctioned insttution
d. Dari penyebarannya, yaitu general institution dan restricted institution
e. Dari fungsinya, yaitu operative institution dan regulative institution Peranan
Peranan adalah pelaksanaan hak dan kewajiban seseorang sesuai dengan kedudukannya.
 Dinamika Sosial Dinamika sosial adalah penelaahan tentang perubahan-perubahan yang terjadi didalam fakta-fakta sosial yang saling berhubungan satu dengan lainnya, meliputi pengendalian sosial, penyimpangan sosial, mobilitas sosial, dan perubahan sosial.
Pengendalian sosial disebut juga pengawasan sosial yaitu segenap cara dab proses yang ditempuh oleh sekelompok orang atau masyarakat sehingga para anggotanya dapat bertindak sesuai dengan harapan kelompok atau masyarakat itu. Penyimpangan sosial merupakan perilaku yang oleh sejumlah besar orang dianggap sebagai hal yang tercela dan diluar batas toleransi.
Mobilitas sosial meliputi peristiwa sosial di mana individu atau kelompok bergerak atau berpindah dari satu lapisan sosial ke lapisan sosial lainnya, baik gerak ke lapisan yang lebih tinggi maupun ke lapisan yang lebih rendah dalam suatu hirarki sosial.
Perubahan sosial menyangkut nlai-nlai, norma-norma sosial, pola perlaku organsasi, susunan lembaga kemasyarakatan, lapisan-lapisan dalam masyarakat, kekuasaan dan wewenang, interaksi sosial dan sebagainya.

 Masalah Sosial
Masalah sosial adalah gejala atau fenomena sosial yang tidak sesuai antara apa yang dikehendaki masyarakat dengan apa yang terjadi. Beberapa masalah sosial penting yang sering muncul dalam kehidupan di masyarakat diantaranya; kemiskinan, kejahatan, disorganisas keluarga, masalah remaja, peperangan, pelanggaran norma, masalah kelainan seksual dan masalah kependudukan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar